Ecube (E3-Engineering English Education) Cooking Competition 2014

Pada hari Jumat, 12 Desember 2014, Indonesia berpartisipasi dalam lomba memasak yang diselenggarakan oleh e3 (Engineering English Education). Tim Indonesia beranggotakan beberapa mahasiswa Hokkaido University yang berasal dari Indonesia. Mereka adalah Isma Rosyida (Fakultas Sastra), Doddy Juli Irawan(Fakultas Ilmu Lingkungan), Shofa Rijalul Haq (Fakultas Teknik), Dhina Fitriastuti (Fakultas Ilmu Lingkungan), Muklish Jamal (Fakultas Ilmu Lingkungan) dan Fadhila Shanaz (Fakultas Teknik). Kompetisi memasak ini adalah bagian dari pesta akhir tahun atau biasa disebut “Bonenkai” dalam bahasa Jepang. Bonenkai (忘年 会) secara harfiah berarti pertemuan tahunan untuk melupakan sesuatu. Ini adalah pesta masyarakat Jepang yang berlangsung pada akhir tahun. Tujuan dari pesta ini adalah untuk melupakan penderitaan, kesulitan, kesedihan dan masalah pada tahun sebelumnya, dan kemudian berharap menjadi lebih baik pada tahun depannya. Acara ini diadakan di Clark Kaikan, lantai 3, ruang memasak, bagian utara Hokkaido University, Sapporo. Selain kompetisi memasak, terdapat pula pertunjukan sulap, pertunjukan musik, dan beberapa permainan. Pada acara “Bonenkai” tersebut dihadiri oleh sekitar 180 orang, termasuk mahasiswa, alumni, dosen, dan peserta umum.

ecube1

foto : Tim Indonesia dari kiri: Jamal, Doddy (belakang), Sanaz (Depan), Shofa, Isma dan Dhina

Lomba memasak di tahun ini diikuti oleh lima tim yang mewakili negara yang meliputi Bangladesh, China, India, Pakistan, dan Indonesia. Semua tim menunjukkan usaha terbaiknya. Mereka menyediakan masakan paling enak yang berasal dari negara mereka. Dalam kesempatan ini tim Indonesia memperkenalkan beberapa masakan dari pulau-pulau utama di Indonesia yaitu Pulau Jawa dan Pulau Bali. Masakan-masakan tersebut adalah sebagai berikut; Nasi Liwet (dari Jawa Barat), Sate Lilit (dari Bali), Tahu Brontak (dari Jawa Timur), Bakmi Jowo (dari Jawa Tengah & Yogyakarta), dan tiga jenis sambal.

ecube2

foto : Menu masakan Indonesia yang disajikan

Selama kompetisi memasak, semua peserta sangat antusias karena kompetisi ini adalah dinilai oleh seluruh peserta yang hadir di Bonenkai. Semua peserta dapat merasakan semua masakan, dan kemudian mereka menuliskan penilaian mereka pada selembar kertas yang telah disediakan panitia. Penilaian tersebut tidak hanya tentang rasa, tetapi juga parameter lain termasuk penyajian, kebersihan, tekstur makanan, dan kerjasama antara anggota tim.

ecube3

foto : Menu Masakan Indonesia, Yummy

Pada akhir acara, acara ini ditutup dengan pemberian hadiah bagi para pemenang. Tim Indonesia diumumkan menjadi juara pertama, kemudian Bangladesh dan India masing-masing menjadi juara kedua, dan juara ketiga. Beberapa sensei yang hadir mengatakan bahwa tim Indonesia tidak hanya menyediakan makanan yang enak, tetapi juga dapat mengadaptasi gaya Jepang (cara penyajian dan kebersihan-red). Beberapa teman-teman dari berbagai negara juga mengatakan bahwa mereka benar-benar menyukai sambal, sangat pedas tapi sangat lezat.

ecube4

foto : Pennyerahan Hadiah kepada Tim Indonesia, Juara 1.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pada dasarnya masakan Indonesia dapat diterima oleh dunia internasional. Serta harus diperhatikan bahwa setiap negara memiliki gaya atau standar yang berbeda-beda, seperti cara penyajian dan kebersihan Dalam kesempatan berikutnya, mungkin kita dapat memperkenalkan kepada dunia internasional masakan Indonesia yang lain seperti Dendeng Balado, Pempek Palembang, Coto Makassar, Sop Buntut, Sop Kaki Kambing, Gado-gado, Lotek, Ketoprak, Gudeg, Nasi Gandul, Tahu Gimbal, Tahu Pong, pindang Serani, Rendang, Woku Belanga, Pallu Butung, Pisang Ijo, getuk, dan tiwul. Semoga dengan hal ini kita semakin bangga menjadi bangsa Indonesia yang memiliki kekayakan budaya dan ragam masakan (SRH)