Fuyu ga Kirai – Winter, I don’t like you

fuyu
Foto. Summer in Furano (kebalikannya winter)

Pada hari Senin, 11 November 2013, salju turun deras di Sapporo. Saya tidak menyangka bahwa salju akan turun sederas itu. Salju yang masih turun malu-malu pada pagi hari membuat saya berpikir bahwa masih aman bagi saya untuk menaiki sepeda. Kemudian dengan mengayuh sepeda, meluncurlah saya menuju lab dan tiba sekitar pukul 10.00 pagi (terlambat 1 jam). Namun ketika pada siang hari, saya kaget melihat keluar jendela dan senior di sebelah saya mulai menggerutu, Hokkaido tte akan ne atau yang berarti “Hokkaido itu parah ya” (bahasa jepang dalam dialek Kansai/Osaka). Salju turun dgn “kurang ajar” di luar sana. Ketika saya keluar dari gedung lab pada pukul 18:00, salju telah menumpuk, dan sepeda silver saya pun berwarna keputihan oleh salju. Hari itu, pulanglah saya sembari “menggerek” sepeda yang tidak dapat dinaiki lantaran salju yang lumayan tebal menutupi jalan pulang.

Masih teringat jelas dalam pikiran saya, tahun lalu adalah musim dingin pertama bagi saya di Hokkaido. Pada saat itu langit gelap, salju dimana-mana, sementara jalanan terlihat pika-pika (berkilau) karena membeku. Jalanan yang licin ini berbahaya untuk pengendara sepeda, dan saya terpaksa berjalan kaki untuk menuju lab. Pada umumnya, berjalan kaki dari rumah menuju lab hanya membutuhkan waktu 15 menit, namun karena saya berjalan dengan super lambat, saya membutuhkan waktu 2 kali lipat dari orang pada umumnya. Alhasil, saya yang biasanya terlambat 30 menit pada musim selain musim dingin, diprediksi akan terlambat sekitar 1 jam ketika musim dingin (tidak ada option untuk berangkat lebih cepat dari rumah). Winter oh winter, I don’t like you.

Mungkin di benak teman-teman akan muncul pertanyaan “kalau tidak suka winter, kenapa memilih tinggal di Hokkaido?” Jawabannya adalah karena saya mau lihat salju. Namun saya akui saya telah tertipu. Tahun kemarin, sama seperti orang Indonesia lainnya yang baru sampai di Hokkaido, saya tidak sabar menunggu turunnya salju. Karena itu saya sangat girang ketika salju turun. Besoknya, saya masih kegirangan. Namun lusanya, minggu depannya, setiap harinya, salju turun tiada henti dan angin bertiup semakin kencang. Bibir pun kering, kulit, tangan, dan mata saya pun kering. Langkah kaki menjadi berat karena salju yang menumpuk tinggi. Kemudian pendapat saya mengenai salju pun berubah. Nothing good comes from snow, except White Christmas, ini adalah jawaban saya ketika ditanya, bagaimana salju di Hokkaido oleh teman-teman yang lain. Ditambah lagi, winter di Hokkaido membuat saya menghabiskan banyak uang tahun kemarin, saya membeli dua selimut baru, satu set piyama baru, sepatu baru untuk di rumah, dan kotatsu (meja dengan penghangat), ditambah lagi lonjakan tagihan gas untuk heater dan air panas.

Oleh karena itu, wahai teman-temanku yang masih menikmati keindahan salju, jujur saya iri pada kalian. Karena apabila saya ditanya mengenai winter apalagi salju, yang keluar dari mulut saya hanyalah keluhan dan keluhan. Tapi saya akui bahwa winter tidak sepenuhnya jelek, jika harus memuji winter di sini, saya bisa mengatakan bahwa saya senang karena makanan jadi tidak cepat basi (karena di dalam rumah pun tetap dingin), dan onsen (permandian air panas) pun akan jauh lebih menyenangkan ketika suhu di luar dingin., berjalan kaki ketika salju turun pun terkadang membuat saya merasa saya sedang shooting drama korea atau sejenisnya (makanya jalannya lambat), pekerjaan saya sebagai tour guide juga bertambah ketika winter. Oh iya, ngomong-ngomong soal winter dan tour guide, saya ingin merekomendasikan kepada teman-teman sekalian beberapa tempat sebagai berikut :

  1. Onsen di Obihiro.
  2. Drift Ice di Abashiri.
  3. Seafood di Nemuro, Kushiro dan sekitarnya.
  4. Sliding dan naik snowmobile di Biei, sambil melihat bukit-bukit yang memutih karena tertutup salju.
  5. Ski di Niseko (saya tidak bisa ski, namun para tamu tour terlihat senang di sini)

Tidak lupa saya mengingatkan bahwa jika mau bepergian apalagi perjalanan jauh di Hokkaido ketika winter, cuaca adalah sangat penting. Karena jika badai salju, jalan tol akan ditutup dan jalan alternatif akan penuh dengan kendaraan-kendaraan lain dan tentu saja mengendarai mobil ketika badai juga berbahaya. Jadi, pastikan cuaca, persiapkan cemilan dan perkakas-perkakas penghangat badan, jaga kesehatan dan terakhir banyak berdoa. Selamat menikmati winter.