Japan, My Second Country

second

Foto 1. (kiri) Autumn. (kanan) Winter.

Ketika mendengar kata “Highways”, sebagian besar warga Indonesia di Sapporo akan langsung mengenal siapa orang yang dimaksud. Highways sendiri bukan berarti jalan tol, tetapi memiliki arti lain seperti “super, wow, fabulous”. Sebelumnya perkenalkan, nama saya Doddy Juli Irawan biasa dipanggil Doddy atau Dodz yang khas dengan kata “Highways”nya. Saya mendapat kesempatan melanjutkan studi master melalui program Panasonic Scholarship untuk tiga tahun belajar di Jepang (2012-2015). Tahun pertama adalah masa untuk mengenal budaya dan bahasa Jepang, sedangkan tahun kedua dan ketiga adalah untuk menyelesaikan program master. Saat ini saya tercatat sebagai mahasiswa master di Graduate School of Environment Science, Hokkaido University. Hampir dua tahun saya telah tinggal di Jepang dan saya merasa negara ini menjadi negara kedua saya setelah Indonesia.

Pertanyaannya adalah Why Japan is my second country? Jawaban pertama adalah saya menemukan keluarga dan rumah baru di Jepang. Cerita bermula ketika saya mengikuti program Home Stay melalui International Student Center (ISC) Hokkaido University. Pertama kali tinggal di keluarga orang Jepang, saya berpikir bahwa orang Jepang memiliki sifat yang tertutup dan semua bersifat privacy. Namun setelah saya bertemu dengan orang tua home stay, semua pemikiran itu berubah. Papa saya bernama Yamamoto dan Mama saya bernama Tomomi. Cerita yang menarik adalah Papa bisa berbicara bahasa Indonesia, walaupun sedikit terbata-bata tetapi apa yang diucapkan mudah dipahami bagi kita orang Indonesia. Mama mengajari saya bagaimana membuat makanan Jepang (Norimaki), sedangkan Papa menunjukkan beberapa budaya Jepang seperti Kendo dan istilah-istilah dalam Bahasa Jepang. Sebagai bentuk pengenalan budaya, saya memasak Rawon, Tempe Goreng, dan Ayam Gulai untuk keluarga home stay. Bagi saya, keluarga home stay sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri selama saya tinggal di Sapporo. Hingga sekarang, saya masih sering berkunjung ke rumah keluarga home stay dan merayakan beberapa hari istimewa bersama seperti tahun baru, ulang tahun, dan juga berwisata keluarga.

Foto 2. (Kiri) Homestay. (Kanan) Masakan Indonesia.

Jawaban kedua adalah saya bertemu dengan dosen/ sensei dan teman-teman baru yang menjadi alasan saya untuk selalu giat belajar dan berjuang selama studi di negeri Sakura ini. Saya sangat beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang selalu memberikan saya banyak inspirasi untuk belajar hal yang baru. Kebetulan sensei saya, Kohyama sensei adalah salah satu sensei yang memiliki bidang keahlian ekologi untuk hutan hujan tropis di Indonesia sehingga beliau sudah sangat mengenal Indonesia dan budayanya. Hal yang membuat saya terkejut adalah banyak teman-teman/ mahasiswa dari luar Jepang memiliki kesulitan untuk bisa bergaul dan berkomunikasi dengan orang Jepang terutama teman sesama lab. Ada beberapa tips yang mungkin bisa saya bagikan, antara lain: (1) Berusaha sebisa mungkin untuk menggunakan bahasa Jepang, karena perlu dipahami bahwa orang Jepang memiliki kesulitan dalam hal English. (2) Mulailah dengan membuka suatu topic pembicaraan, bisa mengenai research ataupun perbedaan culture. (3) Membuka diri dengan selalu berbuat baik dengan mereka (memberikan oleh-oleh, menanyakan kondisi/ kabar, dan saling memberikan semangat). Semoga tips tersebut dapat bermanfaat dan bisa diaplikasikan.

Foto 3. Sensei dan teman lab.

Hal terakhir yang menjadikan Jepang sebagai negara saya yang kedua adalah empat musim yang berbeda di Jepang, spring; summer; fall, dan winter. Selalu ada hal baru yang membuat saya tertarik di Jepang, dimulai dari indahnya bunga Sakura pada saat musim semi, harum bunga Lavender pada saat musim panas, warna-warni daun momiji pada saat musim gugur, dan putihnya salju pada saat musim dingin. Semua itulah yang membuat saya merasa senang dan selalu ingin tinggal lebih lama lagi di negeri matahari terbit ini. Saya ingin berterima kasih untuk negara ini, negara yang indah dan sangat teratur, negara yang memiliki sejuta inspirasi, negara kedua saya setelah Indonesia, negara Jepang.