Kunjungan Duta Besar ke Sapporo

Dear Sahabat PPIH

Bapak Duta besar Republik Indonesia untuk Jepang, Bapak Yusron Ihza Mahendra beserta dengan jajarannya mengunjungi Sapporo pada tanggal 12 September 2015 untuk menemui masyarakat Indonesia, pemerintah kota Sapporo dan juga Konsulat Kehormatan RI di Sapporo.

Pada kunjungan ini dibahas beberapa hal penting mengenai kegiatan PPI, Pebisnis dan Isu-isu terbaru tentang Jepang antara lain:

Penyampaian dua program besar PPI oleh ketua PPIH yaitu Malam Budaya dan HISAS yang membutuhkan dukungan dari KBRI sebab dua kegiatan tersebut samgat bermanfaat baik bagi keilmuan, promosi seni budaya Indonesia di Jepang. Selain itu ada pembahasan tentang prosedur perpanjangan paspor yang saat ini mengharuskan masyarakat Indonesia untuk pergi ke Tokyo. Dalam hal ini, kedutaan akan mengkaji pentingnya dibuka Konsulat Jenderal Indonesia di Hokkaido. Pihak PPI mengusulkan solusi terdekat yang diawarkan adalah disesuaikan dengan kedatangan pihak KBRI ketika menghadiri kegiatan besar PPI, setelah kegiatan bisa diadakan sosialisasi dan bantu tentang mengurus paspor dan lapor diri. Misalkan dengan mengumpul paspor kolektif lalu dikirim balik ke Hokkaido, seperti yang dilakukan Atdikbud 2012.

dubes1
Informasi menarik lainnya adalah saat ini pihak KBRI sedang mengupayakan SIM Indonesia dapat diakui juga di Jepang sehingga memudahkan mobilitas WNI yg tinggal di Jepang. Di bidang pertanian, MoU pertanian dan pertahanan sudah ditanda tangani. Buah nanas pisang dan melon dari Indonesia sudah bisa masuk Jepang. Sedangkan buah mangga sedang menunggu jaminan dari Kementan mengenai buah bebas lalat buah.

dubes2

Pebisnis di Hokkaido, melalui Bapak Ahmad Lubis menyampaikan bahwa kesempatan orang Indonesia untuk bekerja di Jepang sangatlah besar, mengingat setiap 23.000 orang berkurang di Jepang selama kurun waktu sebulan. Juga adanya Tokyo Olympic yang akan membutuhkan tenaga yang sangat banyak untuk mendukung kegiatan tersebut. Sayangnya birokrasi di Indonesia masih belum siap, contohnya ketika minta informasi mengenai perusahaan di bagian perdagangan Indonesia, tidak mendapat respon dengan baik. Selain itu adanya rencana penerbangan langsung dari Hokkaido ke Manado, diharapkan memberikan dampak positif terhadap kerjasama Indonesia dan Jepang, Dari pihak Kedubes menanggapi bahwa “orang Indonesia pulang atau tidak pulang ke tanah air, tidak masalah, yang penting hati tetap berIndonesia”.

dubes3