IMGP2655

Press Release Malam Mudaya 2016 PPI Hokkaido

Kegiatan Dua Tahunan Malam Budaya Indonesia oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hokkaido kembali digelar. Bertempat di Higashi Kumin Centre Sapporo (20/8), kisah mengenai petualangan Doraemon yang berkeliling Indonesia menjadi alur utama cerita pagelaran bertajuk The Exorcism of Indonesia ini.

“Dua tahun lalu, kami menyuguhkan cerita mengenai Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Tahun ini, untuk lebih menarik minat masyarakat Jepang lokal, kami menggunakan Doraemon sebagai karakter yang memperkenalkan budaya Indonesia”, terang Ketua Malam Budaya 2016, Ihsan Naufal Muafiry.

Dalam pertunjukkan ini, dikisahkan bahwa Doraemon bertemu Hanuman, Dewa Kera Putih dalam ajaran Hindu, di Indonesia. Keduanya kemudian berkunjung dari satu pulau ke pulau lain di Indonesia untuk melihat keberagaman budaya nusantara. Dalam kesempatan ini, ditampilkan beberapa tarian Indonesiia seperti Saman (Aceh), Paduppa (Makassar), Indang (Minang), Sajojo (Papua), Sekar Pudyastuti dan Nawung Sekar (Jawa) dan lainnya.

Tak lupa, alat musik bambu khas Jawa Barat, Angklung, juga dimainkan oleh anggota PPI Hokkaido. “Kami memilih lagu Ibu Kita Kartini, Kolam Susu, dan Heavy Rotation. Hal ini dimaksudkan supaya orang Jepang tetap mengerti lagu yang dimainkan meskipun menggunakan alat musik tradisional Indonesia”, tutur Shofa R. Haq, Ketua PPI Hokkaido 2016.

Tak hanya aksi panggung yang ditampilkan, festival kuliner pun digelar dengan menyajikan buffet menu berupa otak-otak, mie aceh, bubur sumsum, dan soto medan. “Menariknya acara tahun ini adalah karena food festival ini dilaksanakan serentak di 17 lokasi di Jepang selama 8 jam dengan 45 menu untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Kami dari Hokkaido turut mendukung program KBRI Tokyo, Rumah Budaya Indonesia, dan PPI Jepang ini”, lanjut Shofa.

Hujan deras akibat topan Hokkaido tak menyurutkan langkah masyarakat Jepang untuk menonton pertunjukkan ini. Tak kurang dari 300 orang berkumpul terdiri dari masyarakat lokal dan mahasiswa internasional Acara ini dibuka oleh Sayu Oka Widani dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo pada pukul 17.00 JST.

Persiapan acara ini tak hanya melibatkan mahasiswa Indonesia di Hokkaido, tetapi juga mahasiswa Jepang dan Malaysia. “Kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk turut serta tampil dalam acara ini melalui call for talents. Kami sungguh senang karena banyak teman-teman internasional kami yang antusias meluangkan waktunya belajar bermain angklung dan menari,” terang Ade Kurniawan, Koordinator Divisi Acara. “Harapannya, orang di luar Indonesia tidak hanya bisa menjadi penikmat budaya saja, tapi juga memiliki pengalaman untuk menampilkan budaya Indonesia secara langsung”, imbuh Ihsan.

“Harapannya, ke depan, antusiasme masyarakat Jepang terhadap budaya Indonesia semakin bertambah. Dan kegiatan ini bukan hanya semata menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi mampu menjadi katalis bagi eratnya persahabatan diaspora Indonesia di Hokkaido dan residen lokal”, tambah Ihsan.

Malam Budaya 2016 ini, PPI Hokkaido bekerja sama dengan Kitagas, Sahat’s Kitchen, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Bank Indonesia, dan PT. Djarum Indonesia.