Sukses!!! Malam Budaya 2014

Salam Malam Budaya!!!

Akhirnya atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa, acara malam budaya 2014 telah berlangsung dengan sukses dan lancar. Acara pada 22 November 2014 yang dipadati lebih dari 350 penonton ini di tengah dinginnya kota Sapporo pun berlangsung dengan sangat meriah dan seru. Penonton yang memadati  Higashi Kumin Hall, Sapporo berasal dari masyarakat internasional yang ada di Sapporo baik pelajar, pengusa maupun pegawai. Temans, berikut ada sedikit tulisan tentang alur cerita dan persiapan acara ini.

Pertunjukkan dua tahunan ini mengangkat tema Legenda Roro Jonggrang dan 1000 Candi (ロロ・ジョングランと1000の寺の伝) dimana dalam satu malam saja Bandung Bondowoso berhasil membuat sedemikian banyak candi bukti cintanya Ia pada Roro Jonggrang, namun Jonggrang menolaknya hingga ia pun dikutuk menjadi candi ke-1000. Itulah Legenda Roro Jonggrang yang telah kita tahu semua merupakan kisah dendam dan percintaan dibalik Candi Prambanan. Acara yang dipentaskan dalam bentuk drama musikal disutradarai oleh Fadhila Sanaz, kandidat master Teknik Lingkungan di Hokkaido University.

malbud2

“Malam Budaya kali ini sukses besar kendati jauh dari sempurna, tiket pun telah ludes terjual H-2 sebelum acara, sambutan penonton pun riuh, semoga kesuksesan ini dapat menstimulus rekan-rekan mahasiswa Indonesia di Hokkaido untuk terus berkarya dan berbuat positif sebagai representasi masyarakat Indonesia di Jepang,” ujar Yudistira Wahyu, Ketua PPI Hokkaido. Alunan lagu dan tarian seperti Panyembrama, Bedoyo, hingga tarian-tarian kreasi Prajurit dan Raja, Tarian Kreasi Perang, dan Tarian Kreasi Memanggil Fajar yang kental dengan unsur Indonesia terbungkus dalam”drama Roro Jonggrang” dipadu-padankan secara kreatif dan apik oleh mahasiswa Indonesia di Hokkaido University dibantu oleh komunitas warga Indonesia di Sapporo. Selain itu melodi angklung dengan lagu Tanah Air berkolaborasi dengan mahasiswa Jepang hingga perang angklung pun dimainkan menarik sebagai bagian dari drama Roro Jonggrang.

Tak selesai sampai di sana, Malam Budaya Indonesia 2014 kali ini pun mampu memanjakkan lidah penonton dengan sajian menu ayam rujak dan acar kuning khas Indonesia dan welome drink wedang jahe kreasi ibu-ibu dan istri mahasiswa Indonesia. Selain itu, penonton pun mendapatkan souvenir berupa tote bag dan pin eksklusif Malam Budaya Indonesia 2014. “Saya harap memang upaya-upaya positif mengenalkan Indonesia ini tidak berhenti hanya dalam kegiatan eventual, namun aktivitas berkelanjutan sebagai wujud mutual understanding harus terus dibina terlebih Jepang dan Indonesia memilikin hubungan kental dalam sejarah,” ucap Naufal, Ketua Pelaksana sekaligus pemeran Bandung Bondowoso dalam gelaran tersebut. Dalam rangka mewujudkan bentuk nyata sustainable mutual understanding antara Hokkaido dan Indonesia tersebut, Malam Budaya kali ini pun mengenalkan tagline “I (Hokkaido) Indonesia” dan kreasi Batik bermotif Suku Ainu bekerjasama dengan elemen pemerintahan setempat. Ke depannya, diharapkan akan terus tumbuh hubungan baik dan saling mengenal antara Hokkaido dan Indonesia di antaranya lewat toko-toko halal food hingga wacana jalur penerbangan Sapporo-Indonesia yang digagas bekerjasama dengan kalangan pengusaha Jepang setempat.

Semoga karya-karya nyata dapat terus ditelurkan sebagai bentuk sumbangsih diaspora Indonesia di negeri orang. Dari Sapporo, untuk Indonesia, dengan cinta. Indonesia, percayalah Satria dan Srikandimu kan selalu mendukung dan membelamu (NR).

by : Naufal Rospriandana

Kumpulan video Malam Budaya bisa di klik dibawah ini :