Winter di Hokkaido-Japan

winter

Apa sih winter itu? Mungkin tidak semua teman-teman kita tahu dan pernah merasakannya. Bisa saja mereka tahu dari informasi di buku, internet, cerita teman, keluarga atau dosen di kampus, namun tidak pernah mengalaminya secara langsung. Hehehe… dengan begitu beruntunglah kita bisa ke negara 4 musim ini. Di artikel ini saya tidak akan menulis tentang pengertian winter, tetapi setidaknya sedikit mengulas mengenai winter dan berbagi pengalaman ketika akan merasakannya di Hokkaido Prefecture khususnya di kota Sapporo, Jepang.

Menurut Huttner (2007) dan NOAA (2003), meteorological winter adalah metode pengukuran musim dingin yang digunakan oleh ahli meteorologi berdasarkan sensible weather patternsuntuk tujuan pencatatan, sehingga awal meteorological winter dapat berubah tergantung pada seberapa jauh manusia hidup dari titik paling utara bumi. Ahli meteorologi mendefinisikan periode winter untuk selama tiga bulan kalender dengan suhu rata-rata terendah. Di belahan bumi utara terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari, sedangkan pada bulan Juni, Juli dan Agustus terjadi di belahan bumi selatan. Suhu rata-rata terdingin musim biasanya dialami pada bulan Januari di belahan bumi Utara dan pada bulan Juni atau Juli di belahan bumi selatan.

Nah… karena kita berada di Hokkaido, kemungkinan besar kita akan merasakan puncak winter pada bulan Desember sampai dengan Februari 2014 nanti. Jadi, kita harus mulai mempersiapkan baju hangat, coat, sepatu waterproof, sarung tangan, syal, topi/kupluk dan lain sebagainya. Menurut data Japan Meteorological Agency (1981-2010), suhu terendah rata-rata harian di kota Sapporo terjadi pada Bulan Januari dengan -7°c dan suhu terendah yang pernah tercatat sekitar -20.2°c… wuiiiiihhh brrrrrrrzzzz. Well, it will not be my first snow, karena pada bulan Januari-Februari 2013 lalu saya sempat bepergian ke Freiburg pada saat suhu mencapai -15°c, and you know what?! I was freezing even though I had four layers of clothes. Dari pengalaman tersebut, saya ingin berbagi tips buat teman-teman nih biar well prepare pada saatnya nanti. Pertama, jangan sok kuat dan sok kebal terhadap kondisi ekstrim dingin. Kedua, pakailah pakaian yang hangat dan nyaman. Ingat, harus yang nyaman yaaa…!!!, jangan seenaknya pakai pakaian (hati-hati juga karena pakaian dari bahan wol bisa menimbulkan listrik statis dan gatal-gatal di badan, baiknya pakai bahan katun untuk pakaian yang langsung bersentuhan dengan kulit, atau setidaknya pakai pelembab supaya kulit tidak terlalu kering). Ketiga, pakai tempelan penghangat tubuh seperti koyo (kalau di Jepang apa ya istilahnya???). (maksudnya kairo ya mas? Hehe..-red) Keempat, minum air hangat dan cairan penghangat tubuh seperti t*lak angin, ant*ngin dan lain sebagainya… ups, maaf menyebut nama merk, bukan arena promosi lho. Kalau tidak ada, bisa rebus sedikit jahe dan dicampur dengan teh/gula/madu bila suka. Kelima, perbanyak foto dan video dalam rangka mengabadikan momen di musim dingin dengan latar belakang salju, tujuannya: (1) memorable experience; (2) membuat mupeng teman dan keluarga di tanah air; (3) bisa jadi bagian di report ke pemberi scholarship, contohnya saya dan teman-teman Program PARE lainnya yang harus membuat report dua kali dalam sebulan; (4) bisa juga jadi ajang “narsis”, karena bisa jadi ada dari teman-teman yang belum menanggalkan statusnya sebagai member “HIMAGITO” (himpunan mahasiswa gila foto dan video…. hadeeeuh). Sekian dari saya, mudah-mudahan tidak terlalu membosankan bagi pembaca sekalian..:).